Islamic Widget

Jumat, 22 Juli 2011

Setelah engkau Menjadi Suami-Istri




Bismillaahirrahmaanirrahiim
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

PROLOG:

Sungguh, betapa bahagianya ketika sang pujaan benar-benar telah kau dapatkan saudaraku. Rasa-rasanya kesedihanmu sudah menemukan penawarnya. Kekecewaanmu sudah menemukan obatnya, dan kegelisahanmu selama inipun sudah menemukan penentramnya. Disaat itulah engkau akan lupa bahwa dirimu pernah terkapar, atau mungkin berprasangka yg macam-macam kepadaNya.

Mungkin engkau sempat menuduhNya berbuat dzalim terhadapmu. Tidak peduli terhadap doa yg engkau panjatkan dan mengabaikan apa yg engkau pinta. Padahal engkau merasa sudah menegakkan agamaNya, menjunjung tinggi sunah-sunah nabiNya. Tapi mengapa- pikirmu- hanya untuk satu makhluk saja, yakni pendamping hidup yg nyata-nyata jg demi menjaga kesucian agamaNya dan meneladani jejak RasulNya- seolah DIA mempersulit..??

Si dia yg diyakini adalah sebaik-baik pilihan,ternyata bukan dia yg menjadi jawaban. Si dia yg tidak diragukan lagi sebagai peneman perjuangan, ternyata mengecewakan. Hampir membuat diri ini kehilangan harapan dan putus asa terhadap rahmatNya.

Ya..ya..ya, mungkin sudah bermcam-macam prasangka buruk yg engkau tuduhkan padaNya. Seandainya didengar telinga, mungkin tidak akan kuat mendengarnya karena amat banyak yg engkau keluhkan.
Namun, kenyataannya Allah tidak pernah dzalim sedikitpun kepada hambaNya. DIA tidak pernah bosan mendengar rutukanmu. Sejelek apapun hambaNya, kasih sayangNya melebihi murkaNya. Walau bagaimanapun kurang ajar hambaNya, ampunanNya tetap lebih luas daripada murkaNya.

Lain halnya dengan sifat manusia. Kita hanya akan berbuat baik kepada mereka yg telah berbuat baik kepada kita. Namun kepada mereka yg pernah berbuat jahat kepada kita, kitapun akan berpikir seribu kali jika harus berbuat baik kepadanya.

KINI, SEKARANG INI...
Allahu Akbar. Betapa Allah Maha Segalanya. Saat itu, ketika sang pujaan belum hadir di hadapan sehingga engkau menyangka Allah tidak memperdulikan doa-doamu, maka ketika sekarang sudah berhasil kau dapatkan – meskipun saat ini baru tahap kitbah - , tapi masih belum terlambat untuk memohon ampunanNya. Allah lebih menyukai hambaNya yg jujur mengakui kesalahan dirinya daripada hambaNya yg berpura-pura tidak punya dosa.

KALI INI..bagaimana jika pendampingmu bertanya tentang masa lalumu? Tentang siapa saja mantan2 pacarmu atau mantan2 ikwan atau akhwat yg pernah engkau taarufi..??

Saudara dan saudariku fillah..
Suami adalah ‘pakaian’ bagi istri, dan istri adalah ‘pakaian’ bagi suami. Diantara keduanya sudah tiak boleh lagi menyembunyikan kekurangan diri. Bahkan terhadap hal-hal yg sifatnya sensitif sekalipun, selama tidak ada larangan syariat yg menyuruh untuk menutupinya.

Masih ingat di note sebelumnya? Muhammad Ali Bakir pernah berkata: “ Wanita terbaik diantara kamu, adalah yang MEMBUANG periasai malu ketika membuka baju untuk suaminya, dan MEMASANG kembali perisai malu saat ia bepergian untuk keluar rumah”.

Ini artinya, bahwa diantara keduanya bukan orang asing lagi, yang harus malu menampakkan auratnya masing-masing. Setelah ijab qabul terucap, segalanya menjadi berubah. Awalnya saling memandang dan berpegangan diharamkan, setelah ijab qabul lantas dihalalkan. Bahkan pegangan tanganmu kepada suami atau istri akan menggugurkan dosa2 dari sela jarimu. Awalnya berbonceng-boncengan dilarang, sekarang hendak berputar-putar sepuasnya keliling kampung atau di jalanan bukan lagi menjadi persoalan.

Sahabatku, komitmen untuk saling terbuka dan tidak menyembunyikan rahasia kepada pasangan, pada saatnya akan diuji juga. Maka kepada saudaraku yg saat ini masih dalam taaruf atau sudah kitbah, antisipasilah jawabanmu dari sekarang jika suatu saat pasanganmu akan bertanya tentang masa lalumu ini. Tidak jarang, hanya karena masalalu yg disembunyikan, dan ketika sudah menikah baru diceritakan, hal itu akan menjadi api dalam sekam, menyulut pertengkaran2 kecil yg akibatnya akan membuat goyah biduk perkawinan.

Masalalu memang menjadi rahasia pribadi tiap orang. Tidak semua harus diceritakan atau dicurhatkan kepada siapa saja, meskipun kepada pasangan sendiri. Karena itu ketika suami atau istrimu nanti bertanya tentang masalalumu, saat itu engkau harus pandai-pandai menganalisa persoalan. Akan lebih baik jika engkau antisipasi jawabannya dari sekarang. Kalau memang baik untuk diceritakan dan tidak menimbulkan konflik, maka tidak masalah jika engkau menceritakannya. Namun bila dikhawatirkan akan memicu pertengkaran, maka menyembunyikan mungkin merupakan langkah yg tepat dan mengandung maslahat.
Jadi..pada saat itulah kedewasaanmu benar2 diuji. Bagaimana jawabanmu terhadap pertanyaan pasangan tentang masalalumu dan bagaimana engkau bersikap saat itu, itu yg akan mempengaruhi jalannya perahu yg akan kalian kayuh bersama.

Maka ini hanyalah saran dari saya, tidak harus kalian ikuti. Karena setiap orang tentu mempunyai cara dan penyelesaian yg berbeda-beda..:
Saat pendampingmu bertanya tentang masalalumu, tidak semua yg pernah engkau alami harus engkau ceritakan pada pasanganmu kini. Ada hal-hal yg mungkin lebih mengandung kebaikan jika disembunyikan daripada harus diceritakan. Termasuk masalalumu ketika pernah mengalami kegagalan cinta, atau pernah memiliki tambatan hati yg ternyata bukan dia yg kini menjadi jodohmu.

Sekali lagi..pandai pandailah MEMILAH DAN MEMILIH, mana yg baik untuk diceritakan dan mana yang tidak. Kalau engkau tahu bahwa pasanagnmu termasuk tipe pencemburu berat, menyembunyikan akan lebih baik dan lebih mengandung maslahat darpda menceritakan. Lain halnya jika pasanganmu itu seperti dalam pengalaman saudara saya. Sebelum menikah dgn istrinya yang sekarang, saudara saya itu menceritakan bahwa dia pernah menyukai wanita lain, dan sudah 7x taaruf. Termasuk saat bertaaruf dengannya ( istrinya yg sekarang ), saaat itu dia juga sedang bertaaruf dengan 2 akhwat yang lain secara bersamaan. Kepada istrinya yg sekarang itu ia utarakan kisah masalalunya. Ternyata, si istri sama sekali tidak marah dan tidak mempersoalkan, malah lebih menganggapnya sekedar selingan untuk bercanda dalam rumah tangga.

Nah, saudaraku..
Kini engkau telah berlayar disamudra kehidupan bersama pasangan jiwamu. Atau mungkin ada yang masih taaruf, atau juga yg sudah kitbah dan sebentar lagi tinggal menunggu hari H akad nikah..,
INGATLAH: Persiapkan jawabanmu dari sekarang utk pertanyaan2 yg tidak akan kau duga yg mungkin ditanyakan oleh pasanganmu. Biasanya hal-hal seperti ini luput dari perhatian waktu taaruf dulu, atau mungkin dulu masih malu2 utk bertanya, tapi setelah dia benar2 menjadi belahan jiwamu peneman perjuanganmu, bahkan menjadi temanmu saat engkau tidur dan terjaga, kini pertanyaan itu akan muncul dg tiba-tiba.

Jika engaku tidak siap mengantisipasi hal itu dari sekarang, bis ajadi hal itu akan menjadi keriki-kerikil kecil yg nantinya menjadi batu besar yg menghadang.
Yang terakhir, saya ucapkan Selamat Berjuang Menggapai Ridho Allah bersama Pangeran dan Bidadari yang sudah dijanjikan Allah untukmu..



ikhwan khoo cengeng.. ?_?


Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Dikasih amanah pura-pura batuk..
Nyebutin satu persatu kerjaan biar dikira sibuk..
Afwan ane sakit.. Afwan PR ane numpuk..
Afwan ane banyak kerjaan, kalo nggak selesai bisa dituntut..
Afwan ane ngurus anu ngurus itu jadinya suntuk..
Terus dakwah gimana? digebuk?

Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Dikit-dikit dengerin lagunya edcoustic..
udah gitu yang nantikanku di batas waktu, bikin nyelekit..
Ke-GR-an tuh kalo ente melilit..
Kesehariannya malah jadi genit..
Jauh dari kaca jadi hal yang sulit..
Hati-hati kalo ditolak, bisa sakiiiittt…

Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Dikit-dikit SMSan sama akhwat pake Paketan SMS biar murah..
Rencana awal cuma kirim Tausyiah..
Lama-lama nanya kabar ruhiyah.. sampe kabar orang rumah..
Terselip mikir rencana walimah?
Tapi nggak berani karena terlalu wah!
Akhirnya hubungan tanpa status aja dah!

Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Abis nonton film palestina semangat membara..
Eh pas disuruh jadi mentor pergi entah kemana..
Semangat jadi penontonnya luar biasa..
Tapi nggak siap jadi pemainnya.. yang diartikan sama dengan hidup
sengsara..
Enak ya bisa milih-milih yang enaknya aja..

Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Ngumpet-ngumpet buat pacaran..
Ketemuan di mol yang banyak taman..
Emang sih nggak pegangan tangan..
Cuma lirik-lirikkan dan makan bakso berduaan..
Oh romantisnya, dunia pun heran..
Kalo ketemu Murabbi atau binaan..
Mau taruh di mana tuh muka yang jerawatan?
Oh malunya sama Murabbi atau binaan?
Sama Allah? Nggak kepikiran..
Yang penting nyes nyes romantis semriwing asoy-asoy-yaannn. .

Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Disuruh infaq cengar-cengir. .
Buat beli tabloid bola nggak pake mikir..
Dibilang kikir marah-marah dah tuh bibir..
Suruh tenang dan berdzikir..
Malah tangan yang ketar-ketir. .
Leher saudaranya mau dipelintir!

Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Semangat dakwah ternyata bukan untuk amanah..
Malah nyari Aminah..
Aminah dapet, terus Walimah..
Dakwah pun hilang di hutan antah berantah..
Dakwah yang dulu kemanakah?
Dakwah kawin lari.. lari sama Aminah..
Duh duh… Amanah Aminah..
Dakwah.. dakwah..
Kalah sama Aminah..

Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Buka facebook liatin foto akhwat..
Dicari yang mengkilat..
Kalo udah dapet ya tinggal sikat..
Jurus maut Ikhwan padahal gak jago silat..
“Assalammu’alaykum Ukhti, salam ukhuwah.. udah kuliah? Suka coklat?”
Disambut baik sama ukhti, mulai berpikir untuk traktir Es Krim Coklat ..
Akhwatnya terpikat..
Mau juga ditraktir secara cepat..
Asik, akhirnya bisa jg ikhtilat…
yaudah.. langsung TEMBAK CEPAT!
Akhwatnya mau-mau tapi malu bikin penat..
badan goyang-goyang kayak ulat..
Ikhwannya nyamperin dengan kata-kata yang memikat..
Kasusnya sih kebanyakan yang ‘gulat’..
Zina pun menjadi hal yang nikmat..
Udah pasti dapet laknat..
Duh.. maksiat.. maksiat…

Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Ilmu nggak seberapa hebat..
Udah mengatai Ustadz..
Nyadar diri woi lu tuh lulusan pesantren kilat..
Baca qur’an tajwid masih perlu banyak ralat..
Lho kok udah berani nuduh ustadz..
Semoga tuh otaknya dikasih sehat..

Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Status facebook tiap menit ganti..
Isinya tentang isi hati..
Buka-bukaan ngincer si wati..
Nunjukkin diri kalau lagi patah hati..
Minta komen buat dikuatin biar gak mati bunuh diri..
Duh duh.. status kok bikin ruhiyah mati..
Dikemanakan materi yang ustadz sampaikan tadi?

Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Ngeliat ikhwan-ikhwan yang lain deket banget sama akhwat mau ikutan..
Hidup jadi kayak sendirian di tengah hutan rambutan..
Mau ikutan tapi udah tau kayak gitu nggak boleh.. tau dari pengajian..
Kepala cenat-cenut kebingungan. .
Oh kasihan.. Mendingan cacingan..

Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Ngeliat pendakwah akhlaknya kayak preman..
Makin bingung nyari teladan..
Teladannya bukan lagi idaman..
Hidup jadi abu-abu kayak mendungnya awan..
Mau jadi putih nggak kuat nahan..
Ah biarlah kutumpahkan semua dengan cacian makian..
Akhirnya aku ikut-ikutan jadi preman..
Teladan pun sekarang ini susah ditemukan..

Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Diajakain dauroh alasannya segudang..
Semangat cuma pas diajak ke warung padang..
Atau maen game bola sampe begadang..
Mata tidur pas ada lantunan tilawah yang mengundang..
Tapi mata kebuka lebar waktu nyicipin lauk rendang..
Duh.. berdendang…

Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Bangga disebut ikhwan.. hati jadi wah..
Tapi jarang banget yang namanya tilawah..
Yang ada sering baca komik naruto di depan sawah..
Hidup sekarang jadinya agak mewah..
Hidup mewah emang sah..
Tapi.. kesederhanaan yang dulu berakhir sudah?

Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Dulunya di dakwah banyak amanah..
Sekarang katanya berhenti sejenak untuk menyiapkan langkah..
Tapi entah kenapa berdiamnya jadi hilang arah..
Akhirnya timbul perasaan sudah pernah berdakwah..
Merasa lebih senior dan lebih mengerti tentang dakwah..
Anak baru dipandang dengan mata sebelah..
Akhirnya diam dalam singgasana kenangan dakwah..
Dari situ bilang.. Dadaaahhh.. Saya dulu lebih berat dalam dakwah..
Lanjutin perjuangan saya yah…

Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Nggak punya duit jadinya nggak dateng Liqo..
Nggak ada motor yaa halaqoh boro-boro..
Murabbi ikhlas dibikin melongo..
Binaan nggak ada satupun yang ngasih info..
Ngeliat binaan malah pada nonton tv liat presenter homo..
Adapula yang tidur sambil meluk bantal guling bentuk si komo..

Oh noo…

Jadi Ikhwan jangan cengeng…
Jadi Ikhwan jangan cengeng…
Jadi Ikhwan jangan cengeng…
Jadi Ikhwan jangan cengeng…
Jadi Ikhwan jangan cengeng…

copas by Farha izzudin

jadi akhwat lahh kho cengeng ??

Jadi Akhwat jangan cengeng..
Dikasih amanah malah melarikan diri..
Diajak syuro bilang ada ijin syar’i..
Afwan ane ada agenda syar’i..
Afwan lagi nguleg sambel trasi..
Disuruh ikut aksi, malah pergi naik taksi..
Sambil lambai-lambai, bilang dadaaah…yuk mari…..
Terus dakwah gimana? Diakhiri???

Jadi Akhwat jangan cengeng..
Sekilas gayanya sih haroki berlagak Izzis..
Tapi hati kok Seismic? Sungguh ironis…
Mendayu-dayu kaya’ film romantis..
Kesehariannya malah jadi narsis..
Jauh dari kamera jadi dikira ge eksis..
Hati-hati kalo ditolak, bikin dramatis..

Jadi Akhwat jangan cengeng...
Dikit-dikit SMS ikhwan dengan alasan dapet gratisan
Rencana awal cuma kasih info kajian
Lama-lama nanya kabar harian.. wah, investigasi beneran!
Bisa-bisa dikira pacaran!
Sampai kepikiran dijadikan pasangan…
Ga’ usah ngaco-ngaco gitu deh kawan!

Jadi Akhwat jangan cengeng...
Abis nonton film palestina semangat empat lima..
Eh pas disuruh jadi mentor, pergi lenyap kemana??
Semangat jadi pendukung luar biasa..
Tapi nggak siap jadi yang pelakunya..
yang diartikan sama dengan nelangsa..
Yah…bikin kecewa...

Jadi Akhwat jangan cengeng..
Ngumpet-ngumpet berduaan..
Eh, awas lho yang ketiga setan…
Trus, dikit-dikit aleman minta dibeliin jajan..
Emang sih nggak pegangan tangan..
Cuma pandang-pandangan tapi bermesraan..
Wah, kaya’ film india aja gan!
Kalo ketemu Murabbiyah atau binaan?
Mau taruh di mana tuh muka yang kemerah-merahan?
Oh malunya sama Murabbi atau binaan?
Sama Allah? Buang aja ke lautan..
Yang penting mah bisa sayang-sayangan…
Na’udzubillah tenan…

Jadi Akhwat jangan cengeng..
Sedekah dikira buang duit. .
Katanya sih biar ngirit, tapi kok shoping tiap menit??
Langsung sengit kalo dibilang pelit…
Mendingan buat dzikir komat-kamit…
Malah keluar kata-kata nyelekit…
Aduh…bikin hati sodaranya sakit…

Jadi Akhwat jangan cengeng...
Semangat dakwah ternyata bukan untuk amanah..
Tapi buat berburu ikhwan yang wah gitu dah ..
Pujaan dapet, terus walimah..
Dakwah pun say goodbye dadaaah..
Dakwah yang dulu benar-benar ditinggalkah?
Dakwah kawin lari.. karena kebelet nikah..
Duh duh... amanah..amanah…
Dakwah.. dakwah..
Kalah sama ikhwan yang wah..

Jadi Akhwat jangan cengeng..
Buka facebook liatin foto ikhwan..
Dicari yang jenggotan..
Kalo udah dapet trus telpon-telponan..
Tebar pesona akhwat padahal tampang pas-pasan..
"Assalammu
�alaykum akhi, salam ukhuwah..

udah kerja? Suka bakwan?"
Disambut baik sama akhi, mulai berpikir untuk dikasih bakwan ..
Ikhwannya meng-iya-kan..
Mau-mau aja dibeliin bakwan..
Asik, ngirit uang kost dan uang makan...
Langsung deh siapin acara buat walimahan!
Prinsipnya yang dulu dikemanakan???

Jadi Akhwat jangan cengeng...
Ilmu cuma sedikit ajah..
Udah mengatai Ustadzah..
Nyadar diri woi lu tuh cuma kelas bawah..
Baca qur
�an tajwid masih salah-salah..
Lho kok udah berani nuduh ustadzah..
Semoga tuh cepet-cepet dikasih hidayah…

Jadi Akhwat jangan cengeng...
Status facebook tiap menit beda..
Isinya tentang curahan hatinya..
Nunjukkin diri kalau lagi sengsara..
Minta komen buat dikuatin biar ga’ nambah nelangsa..
Duh duh.. status kok bikin putus asa..
Dikemanakan materi yang dikasih ustadzah baru saja?

Jadi Akhwat jangan cengeng..
Ngeliat akhwat-akhwat yang lain deket banget sama ikhwan, jadi pengen ikutan..
Hidup jadi suram seperti di padang gersang yang penuh godaan..
Mau ikutan tapi udah tau kayak gitu nggak boleh.. tau dari pengajian..
Kepala cenat-cenut pusing beneran…
Oh kasihan.. Mendingan jerawatan…

Jadi Akhwat jangan cengeng..
Ngeliat pendakwah akhlaknya kayak artis metropolitan..
Makin bingung nyari teladan..
Teladannya bukan lagi idaman..
Hidup jadi kelam tak berbintang bahkan diguyur hujan..
Mau jadi putih nggak kuat untuk bertahan..
Ah biarlah kutumpahkan semua dengan caci makian..
Akhirnya aku ikut-ikutan jadi artis metropolitan..
Teladan pun sekarang ini susah ditemukan..

Jadi Akhwat jangan cengeng..
Diajakain dauroh alasannya segunung…
Kalo disuruh shopping tancap gas langsung...
Hatipun tetap cerah walaupun mendung
Maklum banyak ikhwan sliweran yang bikin berdetak cepat nih jantung..
Kalo pas tilawah malah terkatung-katung…
Duh.. bingung...bingung…

Jadi Akhwat jangan cengeng..
Bangga disebut akhwat.. hati jadi wah..
Tapi jarang banget yang namanya tilawah..
Yang ada sering gosip ngomongin sesama ikhwah…
Wah... wah… ghibah… ghibah…
Eh, malah timbul fitnah…
Segera ber-istighfar lah…

Jadi Akhwat jangan cengeng..
Dulunya di dakwah banyak amanah..
Sekarang katanya berhenti sejenak untuk menyiapkan langkah..
Tapi entah kenapa berdiamnya jadi hilang arah..
Akhinya timbul perasaan sudah pernah berdakwah..
Merasa lebih senior dan lebih mengerti tentang dakwah..
Anak baru dipandang dengan mata sebelah..
Akhirnya diam dalam singgasana kenangan dakwah..
Dari situ bilang.. Dadaaahhh..

Saya dulu lebih berat dalam dakwah..
Lanjutin perjuangan saya yah...

Jadi Akhwat jangan cengeng...
Nggak punya duit Liqo males datang..
Nggak ada motor yaa...misi halaqah dibuang…
Murabbiyah ikhlas, hati malah senang…
Binaan juga nggak ada satupun yang mau datang..
Jenguk binaan malah pada pergi malang melintang…
Oh…kasiyan… Mau ngapain sekarang???

Oh noo...

Jadi Akhwat jangan cengeng...
Jadi Akhwat jangan cengeng...
Jadi Akhwat jangan cengeng...
Jadi Akhwat jangan cengeng...
Jadi Akhwat jangan cengeng...

Ukhti... banyak sekali sebenarnya masalah Akhwat..
Dimanapun harokahnya.. .

Ukhti.. Di saat engkau tak mengambil bagian dari dakwah ini..
Maka akan makin banyak Akhwat lain yang selalu menangis di saat mereka mengendarai motor.. Ia berani menangis karena wajahnya tertutup helm... Ia menangis karena tak kuat menahan beban amanah dakwah..

Ukhti.. Di saat engkau kecewa oleh orang yang dulunya engkau percaya.. Akhwat-akhwat lain sebenarnya lebih kecewa dari mu.. mereka menahan dua kekecewaan.. kecewa karena orang yang mereka percaya.. dan kecewa karena tidak diperhatikan lagi olehmu.. tapi mereka tetap bertahan.. menahan dua kekecewaan.. . karena mereka sadar.. kekecewaan adalah hal yang manusiawi.. tapi dakwah harus selalu terukir dalam hati..

Ukhti.. disaat engkau menjauh dari amanah.. dengan berbagai alasan.. sebenarnya, banyak akhwat di luar sana yang alasannya lebih kuat dan masuk akal berkali-kali lipat dari mu.. tapi mereka sadar akan tujuan hidup.. mereka memang punya alasan.. tapi mereka tidak beralasan dalam jalan dakwah.. untuk Allah.. demi Allah.. mereka.. di saat lelah yang sangat.. masih menyempatkan diri untuk bangun dari tidurnya untuk tahajjud.. bukan untuk meminta sesuatu.. tapi mereka menangis.. curhat ke Allah.. berharap Allah meringankan amanah mereka.. mengisi perut mereka yang sering kosong karena uang habis untuk membiayai dakwah...

Ukhti.. Sungguh.. dakwah ini jalan yang berat.. jalan yang terjal.. Rasul berdakwah hingga giginya patah.. dilempari batu.. dilempari kotoran.. diteror.. ancaman pembunuhan.. ... dakwah ini berat ukhti.. dakwah ini bukan sebatas teori.. tapi pengalaman dan pengamalan.. . tak ada kata-kata
�Jadilah..!� maka hal itu akan terjadi.. yang ada �jadilah!� lalu kau bergerak untuk menjadikannya. . maka hal itu akan terjadi.. itulah dakwah... ilmu yang kau jadikan ia menjadi...

Ukhti.. jika saudaramu selalu menangis tiap hari..
Bolehkah mereka meminta sedikit bantuanmu..? meminjam bahumu..? berkumpul dan berjuang bersama-sama. ..?
Agar mereka dapat menyimpan beberapa butir tangisnya.. untuk berterima kasih padamu..
Juga untuk tangis haru saat mereka bermunajat kepada Allah dalam sepertiga malamnya..


"Yaa Allah.. Terimakasih sudah memberi saudara seperjuangan kepadaku.. demi tegaknya Perintah dan laranganMu.. . Kuatkanlah ikatan kami..."

"Yaa Allah, Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta kepada-Mu, bertemu dalam taat kepada-Mu, bersatu dalam da’wah kepada-Mu, berpadu dalam membela syariat-Mu."

"Yaa Allah, kokohkanlah ikatannya, kekalkanlah cintanya, tunjukillah jalan-jalannya. Penuhilah hati-hati ini dengan cahaya-Mu yang tidak pernah pudar."

"Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal kepada-Mu. Hidupkanlah hati kami dengan ma’rifat kepada-Mu. Matikanlah kami dalam keadaan syahid di jalan-Mu."

"Sesungguhnya Engkaulah Sebaik-baik Pelindung dan Sebaik-baik Penolong. Yaa Allah, kabulkanlah. Yaa Allah, dan sampaikanlah salam sejahtera kepada junjungan kami, Muhammad SAW, kepada para keluarganya, dan kepada para sahabatnya, limpahkanlah keselamatan untuk mereka."

Aamiin Allahumma aamiin.

~~~
( Original note by Farhan Izzudin )
~~~

"sebuah nasehat bagi jiwa yang dhoif dan fakir ini"

romantisme rumah tangga

romantisme berumah tangga? Sehingga Nabi SAW karena romantismenya yang luar biasa terhadap para istri beliau tidak pernah kita mendengar ada masalah yang besar dalam rumah tangga bersama para istrinya.

Jadi, untuk sementara kesampingkan dulu masalah seperti ketidakbahagiaan beristri yang usianya lebih tua, rumah tangga tidak harmonis, sehingga memunculkan wacana yang saat ini sedang ngetrend; poligami.

Padahal sesungguhnya jika kita mau merenunginya kembali, bisa jadi permasalahan utamanya sangat sederhana; kita kurang romantis!

Mari kemudian kita cermati tauladan dari Rasulullah, manusia agung yang sangat romantis terhadap istri-istrinya sebelum kita bicarakan niat atau kemungkinan untuk berpoligami.

Rasulullah SAW adalah contoh yang terbaik seorang suami yang mengamalkan sistem Poligami. Baginda Nabi sangat romantis kepada semua istrinya.

Dalam satu kisah diceritakan, pada suatu hari istri-istri Rasul berkumpul ke hadapan suaminya dan bertanya, “Diantara istri-istri Rasul, siapakah yang paling disayangi?”. Rasulullah SAW hanya tersenyum lalu berkata, “Aku akan beritahukan kepada kalian nanti”

Setelah itu, dalam kesempatan yang berbeda, Rasulullah memberikan sebuah kepada istri-istrinya masing-masing sebuah cincin seraya berpesan agar tidak memberitahu kepada istri-istri yang lain.

Lalu suatu hari hari para istri Rasulullah itu berkumpul lagi dan mengajukan pertanyaan yang sama. Lalu Rasulullah SAW menjawab, “Yang paling aku sayangi adalah yang kuberikan cincin kepadanya”. Kemudian, istri-istri Nabi SAW itu tersenyum puas karena menyangka hanya dirinya saja yang mendapat cincin dan merasakan bahwa dirinya tidak terasing.

Masih ada amalan-amalan lain yang bisa dilakukan untuk mendapatkan suasana romatis seperti yang dicontohkan Rasulullah SAW. Rasulullah SAW pernah bersabda, “Apabila pasangan suami istri berpegangan tangan, dosa-dosa akan keluar melalui celah-celah jari mereka”.

Rasulullah SAW selalu berpegangan tangan dengan Aisyah ketika di dalam rumah. Beliau acapkali memotong kuku istrinya, mandi janabat bersama, atau mengajak salah satu istrinya bepergian, setelah sebelumnya mengundinya untuk menambah kasih dan sayang di antara mereka.

Baginda Nabi SAW juga selalu memanggil istri-istrinya dengan panggilan yang menyenangkan dan membuat hati berbunga-bunga. “Wahai si pipi kemerah-merahan” adalah contoh panggilan yang selalu beliau ucapkan tatkala memanggil Aisyah.

Itulah sedikit contoh romantisme Rasulullah SAW yang dapat kita teladani dan praktekkan dalam kehidupan berumah tangga. Tentu, masih banyak contoh romantisme lainnya.

Kepada suami-suami yang baik, mulailah bersikap lembut dan berupaya membuat sang istri selalu mengembang senyumnya. Peganglah tangan istri anda setiap waktu, setiap kesempatan. Begitu pula para istri-istri yang sholehah, peganglah juga tangan suami anda untuk menghapuskan segala dosa-dosa.

Jadi, jika kita bisa meniru romantisme ala Rasul, sehingga istri pun membalas dengan yang tidak kalah romantisnya, masalah mana lagi yang sempat mampir dalam bahtera rumah tangga kita?

Ibarat kata, tidak ada makanan di rumah pun bisa diselesaikan berdua dengan tetap tersenyum, bukan begitu?